Vemale and The Body Shop Indonesia Bali Trip: Wujudkan Bumi Lebih Baik

Tulisan saya, diambil dari Fimela.


Aksi nyata memang yang dibutuhkan untuk bumi yang semakin berantakan ini. Kamu semua pasti sudah tahu kan, kalau global warming sedang menghantui, dan menjadi ancaman besar bagi warga bumi? Karenanya, The Body Shop punya aksi nyata yang digelar di Bali pada Rabu (3/8) lalu. Vemale dapat kesempatan untuk ikut dalam event seru dan sangat bermanfaat itu. Seperti apa sih? Yuk simak cerita berikut ini!

STORE VISIT THE BODY SHOP BALI

Vemale bersama The Body Shop Indonesia tiba di Bali pada Selasa (2/8) siang. Kami bertemu di sekitaran Bandara Ngurah Rai, untuk kemudian bersama-sama menuju tempat menginap. Setelah meletakkan barang-barang, sedikit beristirahat, dan membersihkan badan setelah sejak pagi berada dalam perjalanan, berangkatlah kami ke store The Body Shop yang ada di Beachwalk Kuta.
Konsep 100% Vegetarian di The Body Shop Beackwalk Bali/Copyright Vemale.com


Ada yang menarik dari store yang satu ini. Kamu yang tinggal di Jakarta mungkin pernah melihat konsep 100% Vegetarian dipakai di beberapa store The Body Shop. Namun kamu yang tinggal di luar Jakarta pasti belum tahu kalau mereka punya store dengan interior yang dipenuhi dedaunan dan nuansa alam. Well, jangan khawatir, karena ke depannya mereka akan menerapkan konsep ini untuk store lainnya juga.
Store The Body Shop Beachwalk Bali punya sudut untuk konsultasi gratis soal kulit/Copyright Vemale.com
Store The Body Shop Beachwalk Bali punya sudut untuk konsultasi gratis soal kulit/Copyright Vemale.com
Kami mencoba konsultasi gratis yang memang menjadi salah satu treatment bagi pengunjung store yang satu ini. Tiap masalah pastinya ada solusinya, seperti halnya masalah kecantikan dan kesehatan kulit. Salah seorang beauty advisor di sana membantu kami mengetahui jenis dan tingkat kelembaban kulit, juga apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan dini pada kulit.


Setelah puas ngobrol dan menelusuri store di Beachwalk, kami melanjutkan kunjungan ke store yang berada di Mal Galeria. Desain interior mereka memang belum 100% Nature, namun ada yang eye catchy di sini. Mereka punya keranjang yang berisi kemasan-kemasan bekas dari produk The Body Shop. Nah, inilah yang akan jadi cerita seru di hari kedua kamu berada di Bali. Jangan ngantuk dulu sebelum baca sampai selesai ya, ladies!

NGOBROL SOAL SAMPAH DI ECO BALI

Hari yang dinanti tiba, Rabu (3/8) pagi, kami tiba di Eco Bali disambut tumpukan sampah seperti di TPA. Hanya bedanya, sampah di sini sama sekali tidak berbau, karena mereka hanya mengambil sampah kering saja. Bukan! Bukan mengambil di jalan-jalan, tapi Eco Bali punya daftar klien yang memang menghasilkan limbah plastik ataupun kaca, secara intens. Salah satunya, tentu The Body Shop yang ada di Bali.
Kamu yang pengguna setia produk-produk The Body Shop pasti tahu kalau mereka punya program 'Bring Back Our Bottles' kan? Yap! Dari tiap botol kemasan mereka yang kamu kembalikan ke store, kamu berhak mendapatkan point. Untuk kamu yang tinggal di Bali, botol ataupun jar yang sudah kamu setor ke dalam keranjang di store itu bakal ditampung di Eco Bali ini, untuk kemudian diolah, di-recycle ataupun up-cycle.
Di tempat ini, bekas kemasan tersebut harus melalui beberapa proses sampai menjadi barang yang berguna lagi. Semua kemasan yang sudah terkumpul itu harus dipisahkan berdasarkan bahan atau kode kemasan yang tertera di bagian bawah. Setelah itu, akan ada proses membersihkan label yang menempel. Jadi, sebelum diolah jadi barang lain, bekas kemasan ini harus benar-benar dalam keadaan bersih.
Untuk kemasan kaca, Eco Bali bisa membuat gelas atau juga asbak dari bekas botol dan jar. Sedangkan kemasan plastik mendapatkan penanganan yang lebih ribet, karena harus diolah dulu menjadi biji plastik sebelum kemudian digunakan untuk menghasilkan barang-barang lain. So, The Body Shop Indonesia memang benar-benar sudah punya solusi untuk limbah yang mereka hasilkan dari usaha kocantikannya.
Tak hanya dari The Body Shop Indonesia, Eco Bali juga punya beberapa klien lain yang limbah keringnya bisa diolah di tempat ini. Bali tentu saja punya banyak sekali sampah botol bekas bir atau wine. Nah, dari sinilah dihasilkan gelas-gelas cantik yang pastinya aman untuk dipakai, karena sudah melalui proses tertentu agar pinggiran dari potongan kacanya tak berbahaya dan melukai.
Paula, pengelola Eco Bali juga punya pesan-pesan khusus soal sampah. Selain imbauan untuk membuang sampah berdasarkan jenisnya, mereka juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi apapun dalam kemasan sachet atau plastik isi ulang. Mungkin kamu belum tahu, meski kemasan seperti ini bisa didaur ulang menjadi barang layak pakai seperti tas, dompet, dll, namun sampah dari kemasan tersebut adalah yang paling susah terurai.
Eco Bali juga membagikan bingkisan berupa kantong kecil yang berisi tas-tas dari kain dengan berbagai ukuran yang bisa dipakai untuk membawa barang belanjaan. Ini merupakan cara mereka mengajak masyarakat untuk menghindari pemakaian plastik saat berbelanja di pasar ataupun mini market. Dan disarankan untuk kamu juga mulai mencoba mengurangi penggunaan produk yang menghasilkan sampah plastik.

MASUK LUMPUR MENANAM MANGROVES

Setelah belajar banyak tentang sampah di Eco Bali, rombongan The Body Shop Indonesia lanjut makan siang, sebelum menuju ke lokasi selanjutnya. Ada yang unik dan menarik saat makan siang berlangsung. Kami memesan makanan dan minuman yang benar-benar bebas dari sampah plastik. Tak ada kemasan plastik ataupun sedotan untuk minum di semua meja makan. Lalu, gimana minumnya dong?
Pagi sebelum berangkat, saat ngobrol dengan Ibu Rika Anggraini, General Manager Corporate Communication The Body Shop Indonesia, beliau memberi kami kantong kain panjang yang ternyata berisi dua sedotan berbahan stainless steel, lengkap dengan sikat kecil untuk membersihkan bagian dalamnya. Nah, sedotan itu ternyata sudah dimiliki dan selalu dipakai oleh sebagian besar mereka yang duduk di head office The Body Shop Indonesia. Keren kan, ladies?
Wujud lain dari kepedulian The Body Shop terhadap lingkungan dilanjutkan di Pantai Serangan. Bersama penduduk setempat, kami beramai-ramai menanam 1700 mangroves di sana, sebagai penunaian komitmen perusahaan produk kecantikan kenamaan kelas dunia ini. Yap! Mereka memang punya janji untuk menanam 200 batang mangroves untuk setiap satu store baru yang berdiri di Indonesia.
Mengapa mangroves? Bapak Wayan, salah satu pegiat kelestarian lingkungan di Bali menerangkan pentingnya menanam pohon tersebut di pesisir pantai. Tak hanya untuk habitat hewan-hewan laut yang sedang bertelur, pohon-pohon ini nantinya juga bermanfaat sebagai penyaring sampah. Seperti yang kita tahu dari Paula di Eco Bali, masalah sampah di laut Bali memang sangat memprihatinkan.
Hari sudah sore. Langit pun mulai berubah warna. Kami mengakhiri kegiatan menanam mangroves sekitar jam empat. Beristirahat sejenak di warung terdekat, kami disuguhi kelapa muda yang masih dalam buahnya. Sambil mengobrol santai, kami bergantian menyemprotkan produk Peppermint Cooling & Reviving Foot Spray yang oke banget untuk mengurangi rasa lelah di kaki.
Well ladies, sangat banyak hal bermanfaat yang kami dapat dan pelajari dari perjalanan ke Bali bersama jajaran top management The Body Shop Indonesia kali ini. Selain menolak percobaan kosmetik pada hewan, mereka juga concern terhadap pengaruh buruh global warming bagi dunia. So, kamu juga kudu punya semangat yang sama dong, ladies. Yuk mulai buang sampah pada tempatnya dan kurangi pemakaian plastik!

Comments