Belanja Online Tanpa Penyesalan, Boleh Coba Tips Ini!


Terkadang ada barang-barang atau apapun yang kita butuhkan, yang justru lebih mudah dicari di toko-toko online. Seperti saat saya lagi butuh rangkaian perawatan rambut yang biasa saya pakai, yang memang jarang ada di toko konvensional. Nanti aku punya cerita sendiri deh tentang rangkaian perawatan rambut ini.

Sekarang saya pengin membahas tentang gimana impulsive-nya saya kalau sudah masuk ke aplikasi toko online, sedari dulu. Selalu saja jempol ini tertarik untuk menjelajah ke kategori selain tujuan utama, terutama beauty dan fashion. Namun setelah menikah, saya lebih tertarik merambah kategori perlengkapan rumah tangga dan semacamnya.

Kejadian lagi beberapa minggu lalu, waktu saya lagi cari-cari rangkaian perawatan rambut di Gogobli, tiba-tiba jempol ini seperti dipaksa cari-cari produk lainnya, sampai akhirnya saya ketemu sama Herbakof. Memang si mas lagi batuk parah beberapa minggu belakangan. Sudah minum obat batuk yang biasa kami beli di minimarket, tapi tak kunjung sembuh. Ya sudah, saya ambil itu obat batuk.

Ini jempol masih belum juga mau berhenti dong. Sampai akhirnya saya ingat kalau mau beli VCO (Virgin Coconut Oil) buat larutan essential oil. Namun apa yang terjadi? Justru saya terdistrak oleh VOO (Virgin Olive Oil) yang kabarnya tak hanya sehat untuk masakan saja, tapi juga bisa dipakai buat perawatan kecantikan. Nanti deh, kalau lagi sempat, saya kasih resep masakan atau kecantikan pakai VOO yang saya beli.

Well, sebenarnya di sini saya cuma mau koreksi diri. Apa sih yang sebaiknya dilakukan supaya tidak mudah terdistrak dan bisa fokus saat kita hunting sesuatu di toko online? Susah kan? Coba saya pengin tahu, adakah yang punya tips menahan diri menjelajah toko online? Boleh berbagi di kolom komen ya, supaya bisa saling belajar. Kalau saya sih jarang berhasil menahan diri, apalagi kalau tahu ada promo besar-besaran.


Saya pribadi punya cara menahan diri yang mungkin tidak terlalu solutif sih. Jadi, saya memang memberi kesempatan diri sendiri untuk berbelanja online, satu kali setiap bulan. Nah, di situ saya sudah memastikan budget, berapa duit yang boleh saya pakai untuk belanja online. Kalau dari budget tersebut ternyata masih berlebih, tapi sudah tidak ada yang ingin dibeli, saya pastikan sisanya harus masuk celengan fisik. 

Kalau sudah terkumpul banyak, semoga duitnya bisa buat ke Jepang. Hehehe...

Comments