Kenapa Pilih Home Service di R Nanjih Day SPA? Habis Pijat Bisa Langsung Selimutan Lagi

Photo from Weebly
Setelah harus resign dari kantor, saya sempat bilang sama mas suami, "Keberlangsungan kehidupan sosialitaku selanjutnya, kuserahkan ke dalam tanganmu lho, mas." Dan dia mengiyakan.

Kehidupan sosialita seperti apa sih yang melekat pada diri saya? Halah, wong cuma kulineran dari warung ke warung buat makan bakso atau cwi mie, hair mask atau creambath sebulan sekali kalau nggak malas, dan SPA atau pijat tradisional yang juga sebulan sekali. Sederhana dan nggak mahal kok. Mas suami pasti paham dan ikhlas kasih sangu lah ya...

Ngomong-ngomong soal SPA, dulu saya suka bela-belain antri berjam-jam di salon hanya untuk treatment yang satu ini. Pernah sekali, saya harus mengantri sampai 5 jam, hanya untuk dipijat 45 menit, lalu pulangnya masih harus duduk tegang lagi, berkendara motor menuju pulang. Sampai rumah, ya capek lagi, bahkah terkadang juga bete kalau jalanannya macet.

Beruntung punya grup sosialita kota yang salah satu membernya memperkenalkan saya dan anggota grup lainnya, dengan yang namanya R Nanjih Day SPA. Home service massage, the best in town versi saya, dan teman-teman sosialita kota yang lain tentunya. Saya langsung jatuh cinta pada percobaan pertama, dan ketagihan di bulan-bulan berikutnya. Buat yang di Malang dan sekitarnya, kamu harus banget coba.

Well, setelah sejak seminggu kemarin dihajar event Wirausaha Muda Mandiri #WMM2018 dan sempat jejingkrakan parah juga di venue Soundrenaline 2018 di Bali, akhirnya hari ini saya disambangi lagi sama Nanjih. Honestly, belakangan saya kurang intens melakukan kegiatan sosialita saya, termasuk massage, sepanjang harus bedrest hingga abortus, dan lalu disibukkan dengan hal-hal lain.

Photo from Weebly

So, hari ini, seperti biasa, komentar pertama Nanjih: waduh, berat ini mbak. Ya, saya bisa merasakan, selepas ritual foot bath yang bikin rileks kaki hingga betis, ketika dia mulai menyentuh bagian tubuh lainnya, memang rasanya sakit semua. Namun, seperti biasa juga, dia dengan telaten memilah-milah urat mana yang harus dilemaskan di dalam tubuh saya.

Dalam waktu 2 jam, semua bagian yang sakit dan tegang di badan ini rasanya lemas lagi. Nggak jarang juga saya sampai sendawa, bahkan kentut saat proses pijat. Setelah semua kelar, sambil membereskan perlengkapan yang dibawanya, Nanjih membiarkan kita tetap berbaring, bahkan hingga tertidur. Percayalah, hanya 5 menit saya memejamkan mata, sudah sempat dapat beberapa scene mimpi.

Ah ya, Nanjih selalu membawa kimono dan kain batik sendiri untuk menyelimuti tubuh kita saat dipijat. Selain itu, dia punya perlengkapan berupa baskom stainless lengkap dengan batu-batuan untuk foot bath, dan juga CD/VCD player untuk memutar musik-musik karawitan atau gamelan Sunda/Jawa/Bali. Minyak yang dipakai memijat beraroma harum yang menenangkan. Kebayang kan, gimana saya akhirnya bisa tidur pulas walau hanya 5 menit.

Kamu hanya perlu membuatkan air panas, untuk proses foot bath sebelum masuk ke massage inti. Selanjutnya, terserah apakah kamu ingin dipijat sambil ngobrol, atau lebih memilih untuk menikmatinya sambil diam dan pejam mata saja. Setelah setiap inci urat dari ujung kaki hingga kepala sudah dibereskan, kamu tinggal bayar, lalu lanjut tidur deh setelah Nanjih pulang. That's why R Nanjih Day SPA ini recommended banget buat kamu yang suka pijat, karena kamu nggak perlu capek berkendara pulang setelahnya.


Nanjih sendiri punya beberapa treatment yang masih berkaitan dengam massage dan SPA. Kamu bisa cek saja langsung di web dia yang juga sudah dilengkapi tombol hubungi kami agar lebih mudah kontak dia. Pokoknya, pastikan kamu order seminggu sebelum tanggal yang kamu mau. Kalau sudah mepet 2 atau 3 hari sebelum, biasanya dia sudah full booked. Saya sendiri lebih suka treatment pagi, dimulai dari jam 7, saat stamina dia masih 100% banget. Well, selamat mencoba dan bersiaplah ketagihan!

Note:
Jangan fokus terlalu serius sama istilah sosialita yang saya pakai di sini ya. Itu cuma buat lucu-lucuan saja. 😜

Comments