Tips Mengatasi Bosan Saat Harus Bedrest, Ini yang Saya Lakukan Hampir Sebulan

Copyright: Pexels.com/JESHOOTS.com
Harus berdiam di tempat tidur, benar-benar hanya di tempat tidur (boleh turun hanya jika ingin ke kamar mandi), dalam waktu yang cukup lama, kira-kira bagaimana rasanya? Adakah di antara kamu yang bisa melewatinya tanpa dihinggapi bosan? Saya, dengan lantang mengakui kalau itu sama sekali tidak menyenangkan.

Masa bedrest seminggu pertama setelah ada flek di kehamilan saya yang masih 6 minggu, benar-benar membuat saya mati gaya. Terbiasa berada di kantor, memikirkan dan mengerjakan banyak hal, saat harus berdiam diri rasanya jadi seperti seonggok manusia tak berguna. Tapi saya harus melakukannya, demi jabang bayi kala itu.

Memasuki minggu kedua, saat pendarahan hebat, sepulang dari rumah sakit, orang-orang di rumah makin protektif menjaga saya. Mereka memantau agar jangan sampai saya turun dari tempat tidur jika bukan benar-benar untuk keperluan ke kamar mandi. Namun saya sudah tahu harus apa untuk membunuh bosan.

Ada beberapa hal yang saya lakukan sepanjang masa bedrest, yang bisa saya bagi di sini. Sisanya adalah ide dari orang-orang di sekitar saya, yang saya tidak bisa atau tak mau melakukannya.

Main Game

Saya tidak dibolehkan membuka aplikasi pengantar pesan, media sosial, atau email sepanjang masa istirahat total itu. Saya masih boleh pegang gadget, hanya untuk main game saja. Itu pun saya selektif, menghindari game yang menguras semosi, semacam Angry Bird yang biasa dimainkan mas suami, atau Sniper 3D yang saya tak akan puas jika belum dapat headshot.

Selama bedrest, saya lebih sering memainkan game ringan seperti Two Dots atau 2048, meskipun terkadang bikin kesal juga saat harus tamat atau mati sebelum mencapai hasil yang memuaskan. Well, intinya kamu harus memilih game yang bikin fun, kalau perlu yang bisa bikin tertawa. Ada yang punya saran, game apa yang bisa bikin tertawa?

Nonton YouTube

Masa-masa di atas tempat tidur adalah masa di mana saya bisa mengonsumsi tayangan di YouTube selama berjam-jam. Habis tuntas video dari channel yang saya subscribe, saya cari video lain yang ada di homepage YouTube. Sama seperti main game, saya pun menghindari menonton tayangan yang bikin emosi atau mengundang umpatan.

Paling aman, saya memilih channel beauty atau cooking. Nonton cewek-cewek dandan atau bikin kue ternyata seru juga. Selain itu, saya juga suka channel desain interior, yang isinya rombak kamar tidur atau menata rumah jadi cantik. Rasanya menyenangkan melihat rumah-rumah dengan ruangan rapi dan bersih seperti dalam video.

Baca Buku

Kegiatan yang satu ini saya lakukan ketika sudah benar-benar bosan melakukan dua poin di atas. Kebetulan di rumah banyak buku, dan beberapa yang saya beli pun ada yang belum sempat saya baca. Membaca buku rasanya lebih tenang. Apapun isi bukunya, tidak akan menguras emosi sehebat yang bisa dilakukan game atau video YouTube.

Kebetulan saya memang lebih suka buku fiksi. Di rak buku pun lebih banyak karya-karya Dewi Lestari dan Ayu Utami. Semasa bedrest, saya memilih membaca ulang buku Perempuan Berkepang Kenangan milik Sinta Ridwan, sekalian menyelesaikan beberapa bagian yang memang belum sempat terbaca setelah lama dibeli.

Mendengarkan Musik

Sambil berdiam, biasanya saya menyalakan Spotify untuk mendengarkan lagu-lagu favorit, atau nonton video klip dari YouTube. Terkadang saya pakai bluetooth speaker, dan tak jarang saya memilih untuk mendengarkannya dengan headset. Untuk kegiatan yang satu ini, saya tidak punya rules, termasuk untuk pemilihan lagu.

Bagi saya, semua lagu bisa dinikmati tanpa kita harus larut di dalamnya. Lagu sedih tak harus didengarkan sampai menangis, dan lagu ceria pun tak harus didengarkan sambil jejingkrakan. Saya lebih suka mendengarkan lagu yang saya suka dan bisa ikut menyanyikannya, mau itu sedih ataupun senang. Pilihan lagu terbaik versi saya, tetap Carla Bruni.

Nonton TV

Ini salah satu kegiatan yang disarankan, tapi tidak saya lakukan. Selain karena memang di kamar (bahkan di rumah) saya tidak ada televisi, saya sendiri memang tidak suka nonton televisi. Mungkin karena kapok dengan tayangan televisi dalam negeri yang kebanyakan sama sekali jauh dari menghibur, saya jadi hilang feeling pada televisi.

Ya, saya tahu kalau channel dari berlangganan TV cable lebih beragam, tapi saya memang sudah tak terbiasa menonton televisi. Eh, tapi tidak menutup kemungkinan kalau someday ternyata saya ingin membeli pesawat televisi, mengingat kini nonton YouTube atau streaming film lewat website (😏) bisa juga dinikmati dari Smart TV.

Nah, itu tadi tips beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan saat bedrest, wahai para mama. Penting untuk menghindari hal-hal menyebalkan saat bedrest, dan pilih apapun yang bisa menghibur hatimu. Hati yang gembira adalah obat!

Comments